Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘@iphoer’s poem’ Category

Lengang

Kabut langit putih samar,
bintang lelah kemana bersandar,
bulan murung enggan bersinar,
siur daun layu memudar

Lampu jalan buta sebelah,
tak ada suara pecah,
ekor anjing diam resah,
hanya daun dan angin yang merepah

Kaca jendela hitam berdebu,
samar muncul bayangan semu,
hati resah terasa jemu,
laik rindu tak jua bertemu

Menarik waktu silam,
memintal dalam bulat pualam,
di kanopi yang terjepit semalam,
kita berdua berteman temaram

Meminta suatu khayal,
lari mundur sepasang sandal,
kala suaramu menjadi bantal,
aku genggam sisi kidal

Advertisements

Read Full Post »

Abu abu

aku mendengar tangisan bunga bunga
warnanya memudar sementara tanahnya leleran darah

kayu kayu kering kaku
berkerut menggigil beku

bisikan ranting dan dahan kini tak terdengar
di coklat tanah terlihat sebelah sayap kupu

disanalah mereka merindukan cahaya

Read Full Post »

Wedhus Gembel

“iku wedhus gembel!”

Kerikil bersaksi;
Aku terpelanting, seketika deru suara jejak, aku tertindih beban berat, cairan merah membungkusku, tertusuk runcing tubuhku. Ampuni aku Gusti Allah

Angin bersaksi;
Aku terdesak, terpaksa berlari turun, aku menabrak pohon pohon, aku juga menabrak manusia yang tak cepat larinya, sehingga ia terjatuh. Ampuni aku Gusti Allah

Pohon bersaksi;
Semalam sebelumnya, dari akarku aku tahu gempa, aku tahu sesuatu akan menimpa mereka. Aku tak tahu bahasa manusia. Ampuni aku Gusti Allah

Kakek berbisik;
Duh Gusti Allah, jika ini memang yang Engkau Kehendaki, sementara aku tak bisa lari dari mati, Ampuni aku yang sering lupa mengabdi. Ampuni kami Gusti Allah

Read Full Post »

malam

Malam memang gelap, tapi Sedia untuk berjabat, mengurut kerut

Malam memang sayup, sedia menemani jantung yg pelan bedegup, walaupun rindu terkadang gugup, biar diam malam pelan mengecup

Malam memberi tenang kepada setiap insan yg melengkung udang

Read Full Post »

Aku angin tanpa nama, hendak aku ke timur & barat.
Utara, kau sembunyi dimana? aku ingin kau beri nama

Aku angin tanpa nama.
apakah aku angin? Sedang aku diam tanpa tahu kau dimana

Aku angin tanpa nama, terberai badai, terdakwa atas petaka.
ku dengar kau darat tanpa nama, dimana?

Aku angin tanpa nama, jenuh dan menggumpal.
air jatuh beribu, tapi kususun ulang untuk menemuimu

Aku angin tanpa nama, yg punya tanya tentang nama, namaku & namamu

Aku angin tanpa nama,
samudra bintang & surya pernah aku tanya. Dalam hening mereka semua

Aku angin tanpa nama, merepah arah, tersinggah dalam lelah, berteman madu singgasana lebah

Read Full Post »

Merindukanmu

Aku merindukanmu seperti suara katak pada hujan
Aku merindukanmu seperti suara jangkrik pada malam
Aku merindukanmu seperti putik pada serbuksari
Aku merindukanmu seperti lampu pertigaan itu

Lampu pertigaan merindukanmu seperti ia merindukanku. Bertiga kita berbagi cerita

Read Full Post »

matamu

saat matamu tertutup mataku terbuka

saat mataku tertutup ada matamu yang terbuka

begitulah aku mencintai matamu

Read Full Post »

Older Posts »